content bg

G 30S/PKI

 G 30S/PKI

    Gerakan 30 September atau yang sering disingkat G 30 S PKI, G-30S/PKI, Gestapu (Gerakan September Tiga Puluh), Gestok (Gerakan Satu Oktober) adalah sebuah peristiwa yang terjadi selewat malam tanggal 30 September sampai di awal 1 Oktober 1965 di mana enam perwira tinggi militer Indonesia beserta beberapa orang lainnya dibunuh dalam suatu usaha percobaan kudeta yang kemudian dituduhkan kepada anggota Partai Komunis Indonesia.

REFORMASI 1998


REFORMASI 1998

Latar belakang

    Krisis finansial Asia yang menyebabkan ekonomi Indonesia melemah dan semakin besarnya ketidak puasan masyarakat Indonesia terhadap pemerintahan pimpinan Soeharto saat itu menyebabkan terjadinya demonstrasi besar-besaran yang dilakukan berbagai organ aksi mahasiswa di berbagai wilayah Indonesia.
Pemerintahan Soeharto semakin disorot setelah Tragedi Trisakti pada 12 Mei 1998 yang kemudian memicu Kerusuhan Mei 1998 sehari setelahnya. Gerakan mahasiswa pun meluas hampir diseluruh Indonesia. Di bawah tekanan yang besar dari dalam maupun luar negeri, Soeharto akhirnya memilih untuk mengundurkan diri dari jabatannya.

ISI DEKRIT PRESIDEN 1 JULI 1959

Dekret Presiden 5 Juli 1959

Latar Belakang

    Dekret Presiden 1959 dilatarbelakangi oleh kegagalan Badan Konstituante untuk menetapkan UUD baru sebagai pengganti UUDS 1950. Anggota konstituante mulai bersidang pada 10 November 1956. Namun pada kenyataannya sampai tahun 1958 belum berhasil merumuskan UUD yang diharapkan. Sementara, di kalangan masyarakat pendapat-pendapat untuk kembali kepada UUD '45 semakin kuat. Dalam menanggapi hal itu, Presiden Soekarno lantas menyampaikan amanat di depan sidang Konstituante pada 22 April 1959 yang isinya menganjurkan untuk kembali ke UUD '45. Pada 30 Mei 1959 Konstituante melaksanakan pemungutan suara. Hasilnya 269 suara menyetujui UUD 1945 dan 199 suara tidak setuju. Meskipun yang menyatakan setuju lebih banyak dan tetapi makanya pemungutan suara ini harus diulang, karena jumlah suara tidak memenuhi kuorum. Kuorum adalah jumlah minimum anggota yg harus hadir di rapat, majelis, dan sebagainya (biasanya lebih dari separuh jumlah anggota) agar dapat mengesahkan suatu putusan. Pemungutan suara kembali dilakukan pada tanggal 1 dan 2 Juni 1959. Dari pemungutan suara ini Konstituante juga gagal mencapai kuorum. Untuk meredam kemacetan, Konstituante memutuskan reses (masa perhentian sidang parlemen; masa istirahat dari kegiatan bersidang) yang ternyata merupakan akhir dari upaya penyusunan UUD.

Pengeluaran Dekret Presiden 1959

    Pada 5 Juli 1959 pukul 17.00, Presiden Soekarno mengeluarkan dekret yang diumumkan dalam upacara resmi di Istana Merdeka.
Isi dari Dekret tersebut antara lain:
  1. Pembentukan MPRS dan DPAS dalam waktu yang sesingkat-singkatnya
  2. Pemberlakuan kembali UUD '45 dan tidak berlakunya UUDS 1950
  3. Pembubaran Konstituante

SERANGAN UMUM 1 MARET 1949

Serangan Umum 1 Maret 1949

    Serangan Umum 1 Maret 1949 adalah serangan yang dilaksanakan pada tanggal 1 Maret 1949 terhadap kota Yogyakarta secara besar-besaran yang direncanakan dan dipersiapkan oleh jajaran tertinggi militer di wilayah Divisi III/GM III dengan mengikutsertakan beberapa pucuk pimpinan pemerintah sipil setempat berdasarkan instruksi dari Panglima Besar Sudirman, untuk membuktikan kepada dunia internasional bahwa TNI - berarti juga Republik Indonesia - masih ada dan cukup kuat, sehingga dengan demikian dapat memperkuat posisi Indonesia dalam perundingan yang sedang berlangsung di Dewan Keamanan PBB dengan tujuan utama untuk mematahkan moral pasukan Belanda serta membuktikan pada dunia internasional bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) masih mempunyai kekuatan untuk mengadakan perlawanan. Soeharto pada waktu itu sebagai komandan brigade X/Wehrkreis III turut serta sebagai pelaksana lapangan di wilayah Yogyakarta.

NKRI HARGA MATI


INDONESIA
DIBENAK RAKYAT BAGAIMANA NKRI TIDAK PECAH
NKRI HARGA MATI
DISINI AKU DILAHIRKAN
DISINILAH AKU MENGABDI
DEMI NEGERI INI
MERAH DARAHKU
PUTIH TULANGKU
…JAYALAH NEGERIKU…

PERISTIWA SEKITAR DETIK-DETIK PROKLAMASI


H
ai sob! Banyak anak muda yang menganggab kalau belajar sejarah membosankan. Berarti kalau kita memiliki perilaku seperti itu maka kita tidak mendengarkan salah sata kata dari Presiden Pertama kita yaitu Ir.Soekarno, beliau mengatakan bahwa “Jangan pernah sekali-sekali kalian melupakan sejarah”. itulah yang mendasari saya untuk berpegang teguh untuk melestarikan sejarah, jadi jangan sampai kita sebagai generasi penerus bangsa kok gak tau sejarah bangsa.
Banyak sejarah-sejarah negeri ini yang dapat kita ulas lebih mendalam untuk menambah pengetahuan kita. Baik yang akan kita ulas dalam halaman ini adalah sejarah mengenai peristiwa-peristiwa sekitar proses kemerdekaan Republik Indonesia. Sekitar tanggal 14 Agustus 1945,jepang menyerah kepada sekutu karena pada tanggal 6 & 9 Agustus 1945 kota Nagasaki & Hiroshima dibom atom oleh Amerika Serikat.

PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA


PANCASILA SEBAGAI
DASAR NEGARA
A.PENGERTIAN IDEOLOGI
Ø   Ideologi berasal dari bahasa inggris yaitu “idea”yang artinya gagasan,pengertian.
Ø   Ideologi berasal dari bahasa yunani yaitu “oida”yang artinya mengetahui,melihat dengan budi. & “logi” yang berasal dari bahasa yunani yaitu “logos” yang artinya pengetahuan.
Ø  Jadi pengertian ideologi adalah pengertian tentang gagasan2,ide2,sciens of ideas(ajaran tentang pengertian2dasar).
Ø  Ideologi pertama kali dikemukakan oleh seorang yang berasal dari perancis yaitu DESTUTT DE TRACY yaitu “sciens of ideas”yang artinya ajaran tentang pengertian2dasar.